Nourman Hidayat adalah seorang advokat Aceh, kelahiran kota Sigli, kabupaten Pidie pada tanggal 10 Februari 1973.
Selain sebagai advokat, Nourman terlebih dahulu dikenal sebagai pebisnis percetakan bernama Studionun (1999-2010), sebuah percetakan yang dikenal memegang teguh kejujuran dan professional dengan tagline ‘MenolaK Manipulasi Kwitansi’.
Pada saat yang sama, tahun 1999, Nourman bergabung menjadi seorang politisi dalam sebuah partai nasional baru , Partai Keadilan (PK) bersama para pemuda dan mahasiswa Aceh lainnya.
Pada pemilu tahun 2004 Nourman terpilih sebagai anggota legislative di DPRD (sekarang DPRK) Aceh Besar hingga tahun 2009 dengan jabatan sekretaris Fraksi dan kemudian menjadi ketua fraksi PKS. Pada tahun 2009 kembali terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Besar untuk periode kedua hingga tahun 2014.
Uniknya, pada dua pemilu itu (2004-2009, 2009-2014) Nourman terpilih dengan biaya pemilu yang paling murah diantara kandidat /caleg lainnya. Pada tahun 2004 ia mengeluarkan biaya kampanye sebesar Rp. 7.500.000 saja. Namun pada pemilu 2009, ia lebih sedikit mengeluarkan biaya kampanye, yaitu hanya sebesar Rp. 750.000,-
Selesai dari tugasnya sebagai anggota dewan pada tahun 2014, Ia berkesempatan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi di Jakarta dan dinyatakan lulus pada bulan Juni tahun 2005.
Tahun 2010 Nourman diangkat menjabat ketua humas Dpw PKS Aceh hingga 2019. Jabatan dua periode sebagai ketua bidang humas ini memberinya kesempatan berinteraksi dengan awak media/jurnalis, serta menguasai bidang sosial media dan kehumasan.
Pada tahun 2014, ia juga ditugaskan partainya menjadi tenaga ahli komisi 7 DPR Aceh hingga tahun 2019, dan menjadi tenaga ahli dalam pembahasan beberapa Qanun Aceh.
Nourman juga seorang seniman lukis yang diperhitungkan di Aceh. Nourman menjadi pelukis professional bertepatan dengan pameran pertamanya tahun 2016. Beberapa karya lukisnya adalah lukisan potret tgk Hasan Tiro, TGk. Abdullah syafii, dan lukisan potretulama kharismatik Aceh, Abu Tumin dan Abu Mudi.
Pada tahun 2016, ia mendaftar dan mengikuti seleksi untuk kuliah pada program Magister Political Science di Universitas Fatoni Thailand. Pada sesi wawancara jarak jauh, ia dinyatakan lulus dan diterima namun batal karena pada tahun yang sama mengikuti pameran lukisan pertama (PAKRIKARU II-2016) di museum Aceh.
Nourman baru disumpah sebagai advokat pada tahun 2018, tepatnya Nopember 2018, dan dua tahun kemudian mendirikan Kantor Hukum Nourman & Partner, dan menjadi Law firm dalam bentuk persekutuan perdata bersama salah seorang sahabatnya yang bukan sarjana hukum Bernama Zuanda Rizue (alm). Persekutuan perdata bersama Zuanda hanya berlaku selama tiga tahun hingga tahun 2023.
Kini nama advokat Nourman menjadi salah satu advokat terbaik di Aceh dengan memperoleh apresiasi/rating tertinggi bintang lima sebanyak 380 bintang lima (4/12/2024) dengan testimoni sangat positif.
Nourman adalah politisi, seniman, bisnisman, dan advokat


Categories: dan Lain Lain